Walaupun kami masih sering kehabisan bahan cerita, setidaknya kami masih punya sebuah pelukan hangat untuk mengisi kekosongan itu.
Ada saat dimana kami begitu saling membenci, saling memaki, tapi diam-diam saling mencari tahu dan saling merindukan.
Ada pula saat dimana semua terasa bertolak belakang. Membandingkan segala kenyamanan saat bersama, dengan sebuah pertengkaran yang terjadi di saat jarak jauh sedang menyiksa.
Kami yang selalu menginginkan kebersamaan yang abadi pun sempat berpikir untuk menyudahi semuanya, melupakan segalanya yang sudah kami lewati.
Kami yang pacaran terlihat seperti orang dewasa, tetap saja kadang masih memiliki sifat kekanak-kanakan.
Dan salah satu kenyataan yang paling menyakitkan ialah, saat pertengkaran terjadi dan mengakui bahwa kami sudah "Di Pertemukan".
Di sela-sela kesedihan, penyesalan tentang apa yang sudah saling kami katakan termasuk mencaci maki, kami akan selalu berpikir untuk memperindah semuanya kembali.
Bagiku, seburuk apapun keadaan dia sekarang. Seindah apapun cerita dia dulu. Semenyenangkan apa kehidupan dia dulu. Aku yakin, kondisi terburuk dia sekarang adalah salah satu maksud dari Allah untuk mengajarkanku kesabaran, membimbing dia untuk menjadikan ceritanya sekarang lebih menyenangkan dari apa yang pernah dia lalui sebelumnya, mengajarkan padaku apa yang dinamakan usaha yang di mulai dari Nol, hingga kelak hubungan ini akan SAH secara Agama juga secara Hukum, aku makin bisa menempatkan diriku di berbagai posisi yang akan dia hadapi nantinya.
Aku bersyukur, masa kecilku tidak terpengaruh oleh cerita dongeng. Memang, semua wanita menginginkan lelaki yang baik seperti yang ada di semua cerita dongeng. Lelaki yang tampan rupawan, gagah, ber kuda putih, tinggal di istana yang megah, halaman istana yang ditumbuhi bunga terindah, hingga dia di jadikan ratu oleh pangeran dan hidup bahagia selamanya.
Tapi tidak, aku benci akan cerita dongeng tentang seorang putri dan sang pangeran yang akhirnya mereka hidup bahagia selamanya, karena 1 hal yang aku tau, hidup tidak semudah dan seindah yang di pikirkan oleh Sutradara film. Memang di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Tak ingin munafik, aku lebih memilih untuk mencintai seseorang yang jauh dari gelar Pangeran (lelaki sempurna) dengan artian dapat mengenalnya lebih jauh hingga akhirnya aku dapat membangun istanaku sendiri bersama orang yang ku cintai. Dia bukan saja seorang Pangeran bagiku, melaikan dia rangkap sebagai penjaga serta pengawal istana, dia yang selalu bisa melindungiku, membimbingku, merawatku, dan dia yang bisa menyakiti hatiku. Karena yang aku tau, kesempurnaan hanya milik Allah. Dan lelaki yang baik, yang tidak pernah menyakiti, yang selalu menyayangi, melindungi, itu hanya ada dalam cerita dongeng, yang jika di pertontonkan hanya berupa film Animasi, dan apabila di perankan oleh manusia itu sudah berdasarkan skenario yang ada :)
Di saat aku mulai menyakiti hatimu, di saat aku mulai membosankan, di saat aku mulai memuakkanmu, di saat itu pula aku hanya inginkan pelukan hangatmu, dan selalu "Ingatkan Aku", ingatkan aku akan perjalanan kisah KITA. Kisah yang kita mulai, dari rambutku yang bondol, hingga sekarang panjangnya se-bahu lebih. Aku akan selalu berdoa untukmu, untuk kita, juga akan mimpi indahku membangun istana megah bersamamu. Ingatkan aku! ❤
Aku..
Yang tak pernah bosan mengatakan "I Love You" 😘❤ :')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar